Polisi Bedah Penipuan Berlagak Investasi Aplikasi Robot Trading, 4 Aktor Diamankan
Modus investasi bodong berbagai macam, sama seperti yang digunakan PT FSP Sekolah tinggi Pro yang dipegang Hendry Susanto sebagai Direktur Khusus. Ia mengobral jargon 4D ke investor dengan duduk saja dapat mendapatkan uang.
Tetapi, tidak semanis perkataan, investor justru dibikin tidak untung. Kasus ini tengah dilacak oleh Direktorat Reserse Kriminil Khusus Polda Metro Jaya. Selama ini, Direktur Reserse Kriminil Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis menjelaskan, 4 orang sudah diamankan.
Mereka ialah D, ILJ, DBC dan MF yang berperanan sebagai admin sosial media dan pasarkan produk yang diberinama Robot Tranding Fahrenheit.
"Kami telah amankan 4 aktor. Kelak akan kami bangun aktor lainnya," kata Auliansyah ke reporter, Selasa (22/3/2022).
Auliansyah menerangkan, produk berbentuk Robot Tranding Fahrenheit diperkenalkan oleh ke-4 terdakwa ke calon investor. Claim-nya, uang yang dimasukkan investor dikelolah secara automatis oleh robot dan dapat terbebas dari rugi.
"Mereka sampaikan ke warga jika robot trading ini ialah satu alat yang dapat mengawasi jika warga menempatkan uangnya di Fahrenheit . Maka kelak robot ini dapat amankan uang warga ini, tidak lose, tidak kalah, tidak lenyap, jadi akan untung terus," tutur ia.
Auliansyah menyebutkan, harga robot disamakan dengan nominal yang diinvestasikan.
Auliansyah memberikan contoh, investor memberikan uang sebesar 500 USD karena itu perhitungannya 50% keuntungan dikasih ke anggota atau anggota, sementara 50% untuk operasional Robot Tranding Fahrenheit.
Dalam pada itu, bila investor mendepositkan dana sejumlah 1000 USD karena itu perhitungannya 60 % untuk anggota atau anggota dan 40% untuk operasional Robot Tranding. Uang itu disetor oleh investor ke rekening salah satunya terdakwa berinisial D.
"Jadi ucapnya makin bertambah deposito makin besar keuntungannya," tutur ia.
100 Korban Telah Melapor
Auliansyah menyebutkan, Robot Tranding Fahrenheint bekerja semenjak 2019. Auliasnyah pastikan, investasi Robot Tranding Fahrenheit sebagai penipuan berlagak investasi.
"Ini fiktif jadi sebetulnya misalkan di robot trading itu ada beberapa perusahaan yang mana kita ingin turut, tetapi ini mereka buat sendiri jadi turun-naiknya, itu semua fiktif, mereka yang buat bukan permainan dengan saham," sebut ia.
Terdaftar, sampai sekarang ini yang dijumpai Polda Metro Jaya telah 100 orang sudah jadi korban. Tidak tutup peluang bertambah.
Karenanya, Polda Metro Jaya buka posko di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk mencatat korban investasi dari Robot Tranding Fahrenheit.
"Kami persilahkan warga yang berasa dirugikan oleh aktivitas Robot Tranding Fahrenheit silahkan melapor ke posko yang telah kami persiapkan," tutur ia.
Auliansyah sampaikan, masih mempelajari kasus investasi bodong Robot Tranding Fahrenheit. Ada satu nama yang dicari. Ia ialah Hendry Susanto sebagai Direktur Khusus.
"Untuk saat ini hasil dari pengecekan empat orang yang telah kita amankan, menurutnya Direktur. Direktur PT FSP Sekolah tinggi Pro. selanjutnya kami barusan telah mengecek dibanding data PT itu memang Direkturnya HS. Kehadiranya masih kita profil," sebut ia.
Atas tindakannya, ke-4 terdakwa dijaring Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 mengenai Peralihan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi bisnis Electronic, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 mengenai Perdagangan, Undang-Undang nomor 8 Tahun 2010 mengenai Penangkalan dan Pembasmian tindak pidana pencucian uang, dan Pasal 55 dan 56 KUHP.

Posting Komentar untuk "Polisi Bedah Penipuan Berlagak Investasi Aplikasi Robot Trading, 4 Aktor Diamankan"