Ahli Keamanan Cyber Paparkan Modus Robot Trading yang Gunakan Pola Ponzi
Akhir-akhir ini, informasi ramai mengatakan mengenai investasi binary pilihan dan robot trading yang mengikutsertakan public figur dan selebgram. Di mana, ada pengaduan korban alami rugi.
Ahli Keamanan Cyber, Alfons Tanujaya, share info tentang modus robot trading yang dijelaskannya memakai pola Ponzi.
"Kegiatan Ponzi tidak stop, dan secara masif dan efisien mengambil semakin bertambah korban sampai tidak ada anggota yang masuk dan alami tidak berhasil bayar," ucapnya, dalam info yang diterima, Jumat (4/3/2022).
Di saat tidak berhasil bayar itu gelembung pola Ponzi meledak dan membuat beberapa investor alami rugi.
Sekarang ini, kegiatan yang disetop oleh Bappepti dan diperkirakan sebagai pola Ponzi ialah robot trading.
Robot trading memiliki prospek keuntungan ke anggota dan beberapa pengurus jalankan kegiatan sembunyi-sembunyi.
Ada yang akui cuman jual program robot tapi prakteknya mengurus transaksi bisnis trading, dan aktif mengambil anggota baru dengan sistem MLM untuk menyerahkan dana ke mekanisme robot trading yang dijanjikannya terus memberikan keuntungan.
Alfons menerangkan, robot trading ialah software yang lakukan otomasi dalam kegiatan jual-beli valas dan dijualbelikan secara terbuka dan legal.
Menurut dia, sebagai permasalahan, robot trading berani memiliki prospek keuntungan setiap bulan.
Walau sebenarnya, trader professional dan eksper juga tidak ada yang berani menjanjikannya. Hingga diperkirakan kuat menggunakan pola Ponzi untuk menarik anggota.
Tanda-tanda Robot Trading Fraud
Beberapa tanda-tanda robot trading yang mempunyai potensi fraud, menurut Alfons ialah:
1. Trading cuman bisa dilaksanakan broker tertentu saja
Bukan broker paling dipercaya yang memperoleh sertifikasi dari instansi paling dipercaya.
Dalam masalah ini peserta tidak dapat pilih broker, tetapi broker telah ditetapkan pelaksana.
Ini memungkinkannya ada kecurangan chart trading dan peluang chart trading fiktif yang ditata sebegitu rupa dan disamakan dengan janji untuk hasil yang diberi.
2. Spread rate jual-beli valas benar-benar jauh
Saat Anda buka account dan menyerahkan dolar, Anda tidak dikenankan lakukan TT dolar ke dolar, tapi harus memberikan dolar dari pelaksana trading pada harga 5-10 % tambah mahal dari harga lumrah.
Kebalikannya, saat Anda lakukan penarikan, tidak dapat TT ke rekening dolar dan diwajibkan jual dolar pada harga tambah murah.
Secara rasional, arah spread jual-beli yang tinggi sekali otomatis ialah memberikan keuntungan instant pada pelaksana trading.
Sementara, setiap kali anggota baru masuk, pelaksana telah memperoleh keuntungan 5-10 %. Ini menerangkan mengapa pola yang diperhitungkan Ponzi dapat berusia panjang.
3. Robot trading yang dijajakan tidak ada bentuknya.
Ke-3 , robot trading yang dijajakan tidak ada bentuknya, algoritme, dan langkah kerjanya.
Dengan demikian tidak ada info tentang kekurangan robot trading itu, bahkan juga robot trading ini tidak dapat digerakkan di broker forex yang lain.
Alfons juga menerangkan berkenaan bahaya dari pola Ponzi ini. Menurut dia, bila peserta pola Ponzi masuk saat awalnya dan keluar saat sebelum gelembung Ponzi pecah, dia dapat memperoleh keuntungan dan tidak jadi korban saat tidak berhasil bayar.
Tetapi, karakter dasar manusia yang serakah membuat keuntungan pertama jadi referensi untuk mengantongi keuntungan semakin besar.
Disini, nalar dan kewaspadaannya semakin menyusut karena awalnya telah sukses di investasi pertama.
Dengan keuntungan yang telah didapatkan, orang yang hadapi pola Ponzi tidak keluar, tetapi akan menambahkan investasinya, sampai ajak beberapa orang yang dikenali untuk ikut.
Alfons memiliki pendapat, semestinya pemantauan atas pola Ponzi, MLM keuangan, judi tersembunyi atau binary pilihan dapat semakin ketat dan cermat.
Apa lagi, marketing investasi pola Ponzi umumnya dilaksanakan tersembunyi.

Posting Komentar untuk "Ahli Keamanan Cyber Paparkan Modus Robot Trading yang Gunakan Pola Ponzi"